Di laporan Agustus kami menulis bahwa pelaku industri masih mengantisipasi kenaikan lanjutan. Antisipasi itu terjadi, dan lebih cepat dari yang enak dibaca.

Kedua produsen kertas pemasok utama kami menerbitkan pemberitahuan kenaikan untuk order September 2026 — dalam rentang enam hari, dengan besaran yang sama persis. Surat keduanya tertanggal 13 dan 19 Agustus.

Seperti laporan sebelumnya: halaman ini bersifat informasi, bukan pemberitahuan penyesuaian harga. Penyesuaian tiap item disampaikan lewat penawaran resmi masing-masing pelanggan, karena dampaknya tidak seragam antar item.

Posisi hari ini: sebelas bulan, dua belas kenaikan

Dengan titik awal yang sama seperti laporan Agustus — November 2025 — inilah posisinya sekarang:

  • Akumulasi harga kertas + Rp 2.200/kg Nov 2025 – Sep 2026 Sama besarnya di kedua produsen
  • Jumlah kenaikan 12 kenaikan enam dari tiap produsen Nol penurunan sepanjang periode
  • Jarak dua surat September 6 hari 13 dan 19 Agustus 2026 Besaran identik, alasan yang sama

Angka Rp 2.200 itu total kumulatif sebelas bulan, dan besarnya kebetulan sama di kedua produsen. Rincian bulan per bulannya — berapa tiap kenaikan, dari produsen mana, tanggal berapa — ada di laporan lengkapnya, yang bisa Anda minta di bawah.

Kenaikan harga kertas dari produsen

Jumlah kenaikan, kumulatif, November 2025 – September 2026

  • Produsen A
  • Produsen B

Geser grafik ke samping untuk melihat seluruhnya.

Jumlah kumulatif kenaikan harga kertas yang diterima PT Jaya Mandiri Packaging, November 2025 sampai September 2026 Grafik tangga. Dua produsen kertas, masing-masing menaikkan harga enam kali selama sebelas bulan — dua belas kenaikan seluruhnya. Kedua garis hanya naik; tidak ada satu pun penurunan harga, dan keduanya bertemu di angka enam pada September 2026. Dicatat PT Jaya Mandiri Packaging (jayamandiripackaging.com). 0 1 2 3 4 5 6 Nov'25 Des'25 Jan'26 Feb'26 Mar'26 Apr'26 Mei'26 Jun'26 Jul'26 Agu'26 Sep'26 kenaikan 6 kali tiap produsen 12 kenaikan · 0 penurunan · 11 bulan
Sumbu tegak menghitung jumlah kenaikan, bukan besarannya — besaran rupiah per kilogram ada di laporan lengkap. Sumber: pemberitahuan kenaikan harga resmi dari masing-masing produsen, November 2025 – September 2026; arsipnya ada pada kami. Kedua garis digambar sedikit bergeser agar tidak saling menimpa di bulan-bulan yang nilainya sama. Dicatat dan disusun oleh PT Jaya Mandiri Packaging — jayamandiripackaging.com
Lihat datanya sebagai tabel
BulanProdusen A (jumlah kenaikan, kumulatif)Produsen B (jumlah kenaikan, kumulatif)
Nov 202510
Des 202520
Jan 202621
Feb 202622
Mar 202632
Apr 202643
Mei 202644
Jun 202654
Jul 202655
Agu 202655
Sep 202666

Satu catatan supaya angkanya tidak terbaca bertentangan dengan laporan Agustus: di sana kami menulis “sepuluh kenaikan”, di sini “dua belas”. Keduanya menghitung hal yang sama dengan pembagi berbeda — sepuluh peristiwa sampai Juli, dua belas peristiwa sampai September, dan enam di antaranya milik masing-masing produsen. Sejak sekarang kami sebutkan pembaginya di kalimat yang sama.

Yang baru: peringatan kuartal IV ditulis di dalam surat kenaikan

Ini bagian yang paling patut Anda catat, dan bukan karena besarannya.

Kedua surat September menyebut kemungkinan penyesuaian lagi pada kuartal IV 2026, dan satu produsen menyebutkan periodenya secara spesifik di pertengahan kuartal. Selama sebelas bulan gelombang ini berjalan, baru kali ini produsen menyampaikan perkiraan kenaikan berikutnya di dalam surat kenaikan yang sedang berjalan.

Biasanya surat kenaikan berhenti di kenaikan itu sendiri. Menyebut yang berikutnya berarti produsen sudah melihat cukup jauh ke depan untuk merasa perlu mengabari lebih awal — dan itu informasi perencanaan buat Anda, bukan sekadar nada surat.

Kenapa gelombang ini, dan kenapa sekarang

Kenaikan September bukan kebijakan satu produsen. Dua pemasok bergerak dengan besaran yang sama dalam enam hari, dan alasan yang mereka tulis sama: kenaikan harga bahan baku dan ongkos produksi.

Pendorong utamanya kali ini pasokan kertas bekas (OCC). Sepanjang 2026 ketersediaan serat daur ulang di pasar regional mengetat: volume pengumpulan yang tidak konsisten, gangguan jalur pengapalan, dan persaingan pembelian antar pabrik di Asia. Biaya freight dan energi bergerak ke arah yang sama, ditambah pajak karbon dalam negeri dengan tarif minimal Rp 30.000 per ton CO2e yang berlaku sejak tahun ini. [1][4]

Tekanan yang sama terbaca di pasar containerboard global, dengan pendorong yang mirip — serat daur ulang, freight, listrik. [3] Kami sampaikan ini bukan sebagai pembanding harga, karena struktur biaya pasar Indonesia berbeda, melainkan sebagai penanda bahwa sumber tekanannya bukan persoalan lokal.

Posisi PT Jaya Mandiri Packaging di rantai ini sama dengan posisi Anda: kami penerima harga kertas, bukan penentunya. Kami konverter — kami membeli carton sheet dari pabrik corrugator, dan pabrik corrugator itu yang membeli kertas langsung dari produsen. Kenaikan harga kertas sampai ke kami sebagai kenaikan harga sheet, dan awal September kenaikan itu sudah kami terima secara tertulis.

Dua hal yang berubah sejak laporan Agustus — satu berlawanan dengan perkiraan kami

Laporan hanya berguna kalau koreksinya ikut disampaikan, bukan hanya hal yang mendukung. Jadi keduanya kami tulis.

Rupiah justru menguat

Laporan Agustus mencatat rupiah melemah dari Rp 16.780 (Januari) ke Rp 18.106 per dolar AS akhir Juli, dan menaruhnya sebagai salah satu pendorong kenaikan. Sejak itu arahnya berbalik. Sepanjang 1–10 September 2026 kurs acuan JISDOR bergerak turun dari Rp 17.727 ke Rp 17.536 — sekitar 3% lebih kuat dibanding puncak Juli. [2]

Artinya faktor nilai tukar tidak lagi menjadi pendorong pada kenaikan September ini. Gelombang kali ini bertumpu pada serat daur ulang, freight, dan energi — bukan pada kurs.

Kami sampaikan ini walaupun tidak menguntungkan posisi kami: satu dari lima alasan yang kami tulis di Agustus sekarang bergerak ke arah sebaliknya, dan harga kertas tetap naik. Yang harus dibaca dari situ bukan bahwa laporan Agustus salah, tapi bahwa tekanan bahan bakunya cukup kuat untuk mendorong harga naik tanpa bantuan kurs.

Permintaan mulai menemukan pijakan — belum pulih

PMI Manufaktur Indonesia tercatat 49,8 pada Agustus 2026, turun tipis dari 50,2 di Juli dan masih di bawah batas ekspansi 50. Tapi di dalam angka itu ada dua hal yang bergerak naik: permintaan baru naik untuk pertama kalinya dalam tiga bulan, dan optimisme pelaku industri berada di level tertinggi dalam tujuh bulan. [1]

  • Kurs rupiah Rp 18.106 → 17.536 menguat ±3% 29 Jul → 10 Sep 2026, JISDOR [2]
  • PMI Manufaktur Indonesia 49,8 dari 50,2 di Juli Permintaan baru naik pertama kali dalam 3 bulan [1]
  • Containerboard Amerika Utara Gelombang ke-3 berlaku 1 September Di luar neto US$ 100/ton dari dua gelombang sebelumnya [3]

Gambarannya: biaya masih naik, permintaan baru mulai berdiri. Ini kondisi yang tidak nyaman bagi kedua belah pihak, dan kami tidak akan menggambarkannya sebagai pasar yang sedang naik.

Kenaikan kertas ≠ kenaikan harga box dengan persentase yang sama

Ini yang paling sering salah dibaca, dan perlu kami ulang tiap edisi.

Kertas adalah komponen biaya terbesar sebuah karton box — umumnya 70–80% dari biaya produksi — tapi bukan satu-satunya. Dan dampaknya ke tiap item mengikuti bobot kertas yang dipakai box itu. Box dengan gramatur tinggi atau double wall terkena lebih besar daripada box single wall gramatur rendah, karena yang naik dihitung per kilogram kertas, bukan per box.

Karena itu penyesuaian tidak seragam antar item, dan kami sampaikan per penawaran — bukan satu persentase untuk semua. Kalau ada pemasok yang mengirim satu angka persentase datar untuk seluruh item Anda, angka itu patut ditanya asalnya.

Yang juga patut ditanya: penawaran yang di pasar seperti ini justru turun diam-diam. Biasanya yang dipangkas gramatur, dan yang berkurang kekuatan box Anda. Cara menghitung berat dasar karton membantu Anda mengeceknya sendiri.

Kami sampaikan terus terang: akumulasi sejak November 2025 sudah melewati batas yang bisa kami serap di sisi internal, dan penyesuaian pada periode ini tidak dapat kami hindari. Yang kami usahakan adalah besarannya proporsional terhadap spesifikasi tiap item, dan alasannya bisa kami tunjukkan.

Cara kerja kami pada periode ini

Tiga hal yang kami sampaikan di laporan Agustus tetap berlaku:

  • Masa berlaku penawaran 14 hari — bukan taktik supaya Anda cepat memutuskan, tapi karena penawaran 30 hari berarti kami menebak harga bahan tiga sampai empat minggu ke depan.
  • Periode komitmen harga 2–3 bulan, bukan 6 bulan.
  • Tingkat persediaan mengikuti job order yang berjalan, bukan buffer spekulatif.

Satu yang baru, dan lahir langsung dari peringatan kuartal IV di atas:

Setiap penawaran yang kami terbitkan pada periode ini mencantumkan sampai kapan harga itu kami pegang. Untuk pelanggan yang butuh periode penahanan harga lebih panjang, harganya kami hitung berbeda dari penawaran berjangka pendek — karena risiko kenaikan selama periode itu pindah ke kami. Keduanya bisa kami sampaikan berdampingan, jadi Anda yang memilih mana yang lebih masuk akal untuk anggaran Anda.

Itu bukan dua harga untuk barang yang sama. Itu satu harga untuk box, dan satu harga untuk box plus kepastian.

Tumpukan blank karton box siap kirim di gudang PT Jaya Mandiri Packaging.
Blank karton menunggu kirim di gudang JMP. Sejak 2026 tumpukan ini mengikuti job order, bukan buffer spekulatif — di pasar yang permintaannya baru mau berdiri, menimbun bahan itu risiko, bukan pengaman.

Review penggunaan material — nilainya justru naik sekarang

Tawaran ini sudah ada di laporan Agustus dan kami ulang, karena di kondisi sekarang hasilnya lebih besar daripada dulu.

Meninjau ulang gramatur, flute, dan ukuran box sering menghasilkan penghematan yang lebih besar daripada menegosiasikan potongan harga — tanpa menurunkan proteksi produk. Logikanya sederhana: kalau kertas 70–80% biaya box dan harga kertas naik per kilogram, maka setiap kilogram kertas yang tidak perlu Anda bayar bernilai lebih hari ini daripada tahun lalu.

Di lantai kami, over-spec — double wall padahal single wall sudah cukup menahan beban part — adalah biaya yang paling sering bisa dipangkas tanpa mengorbankan apa pun. Panduan memilih flute menjelaskan dasarnya, dan kalau Anda ingin mengukur sendiri dulu sebelum bicara, Studio Desain Kardus menggambar bentangan box Anda langsung di browser.

Kalau Anda ingin kami jalankan review ini untuk item yang sedang berjalan, tim kami siap — dan itu tidak dipungut biaya.

Perkiraan ke depan

Kedua produsen menyebut kemungkinan penyesuaian lagi pada kuartal IV 2026, satu di antaranya menyebut pertengahan kuartal.

Di luar negeri gambarannya lebih terang karena pengumumannya publik. Gelombang ketiga kenaikan containerboard Amerika Utara berlaku 1 September, dan lembaga pelaporan harga memperkirakan penerapannya berlanjut sampai awal 2027 karena jeda waktu penyesuaian di rantai pasok. [3] Perlu dibaca hati-hati: neto US$ 100 per ton yang sudah diakui sepanjang 2026 adalah posisi dari dua gelombang pertama — gelombang ketiga ini di luar angka itu, dan belum selesai diterapkan.

Kami tidak dalam posisi memastikan besarannya di sini. Yang bisa kami janjikan sama seperti sebelumnya: kami memantau langsung dari produsen setiap bulan, dan mengabari sebelum penyesuaian, bukan sesudahnya. Laporan ini sendiri buktinya — terbit sebelum penawaran September sampai ke meja Anda.

Minta laporan lengkapnya

Versi lengkap laporan ini berisi yang tidak kami tempel di halaman publik: tabel kenaikan bulan per bulan dengan besaran rupiah per kilogram, per produsen, dari November 2025 sampai September 2026 — plus tanggal surat masing-masing dan rincian sumbernya.

Sekalian kirim spesifikasi box yang sedang berjalan kalau mau tim PT Jaya Mandiri Packaging tunjukkan di mana biayanya masih bisa dikunci sebelum kuartal IV — dengan angka, bukan janji.

Sumber

  1. S&P Global, PMI Manufaktur Indonesia Agustus 2026 — 49,8, turun dari 50,2 pada Juli; permintaan baru naik pertama kali dalam tiga bulan; optimisme tertinggi dalam tujuh bulan. Dirilis 1 September 2026, dikutip IDX Channel dan CNBC Indonesia, dengan keterangan Kementerian Perindustrian.
  2. Kurs acuan JISDOR Bank Indonesia, 1–10 September 2026 — Rp 17.727 (1 Sep) bergerak turun ke Rp 17.536 (10 Sep), dengan kisaran harian Rp 17.500–17.800. Dibandingkan terhadap Rp 18.106 per 29 Juli 2026 yang dicatat laporan Agustus. bi.go.id
  3. Packaging Dive, “Containerboard pricing holds steady in August”, 25 Agustus 2026 — neto US$ 100/ton yang diakui Fastmarkets RISI sepanjang 2026 berasal dari dua gelombang pertama; gelombang ketiga berlaku 1 September (Packaging Corporation of America US$ 140/ton diumumkan 24 Juli, International Paper US$ 80/ton, Smurfit Westrock US$ 100/ton) dan penerapannya diperkirakan berlanjut sampai awal 2027.
  4. Pajak karbon dalam negeri dengan tarif minimal Rp 30.000 per ton CO2e berlaku sejak 2026 — Kontan, 8 Januari 2026. Pengetatan ketersediaan serat daur ulang, gangguan pengapalan, dan persaingan pembelian di pasar Asia mengacu pada pemantauan pasar kertas bekas Fastmarkets sepanjang 2026.

Data dalam laporan ini per 10 September 2026. Laporan sebelumnya — mekanisme lengkap gelombang ini dan periode November 2025 – Juli 2026 — ada di Laporan pasar kertas 2026. Kami terbitkan pembaruan tiap ada gelombang berikutnya.

Sumber: PT Jaya Mandiri Packaging (JMP) — produsen karton box & polybag untuk industri otomotif sejak 1990. jayamandiripackaging.com